MOMEN KOPEL DAN MOMEN GAYA
Momen Kopel
Momen
kopel dinotasikan dengan M, satuannya N.m. Kopel adalah pasangan dua buah gaya
sama besar berlawanan arah dan sejajar. Besarnya kopel dinyatakan dengan momen
kopel (M). Momen Kopel adalah hasil kali salah satu gaya dengan jarak antara
kedua gaya. Momen kopel merupakan besaran vektor dengan satuan N.m. Pengaruh
kopel terhadap suatu benda dapat menyebabkan benda berotasi. Momen Kopel positif : searah dengan putaran
jarum jam
Momen Kopel negatif : berlawanan arah dengan putaran jarum jam
Momen Kopel negatif : berlawanan arah dengan putaran jarum jam
Keterangan:
M = Momen kopel, satuannya N.m
F = Gaya, satuannya newton (N)
d
= jarak
antara kedua gaya, satuannya meter (m)
Ø Contoh
penerapan penggunaan kopel dalam kehidupan sehari-hari adalah pada prinsip
kerja motor bakar :
Prinsip Kerja :
- TMA (Titik Mati Atas) atau TDC ( Top Dead Centre), posisi piston berada pada titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik palng jauh dari poros engkol (cranksaft)
- TMB (Ttik Mati Bawah atau BDC (Botton Dead Centre), posisi piston berada pada titik paling bawah dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling dekat dengan poros engkol (crankshaft)
- Ruang bilas yaitu ruangan dibawah piston dimana terdapat poros engkol (crankshaft), sering disebut dengan bak engkol (crankcase) berfungsi gas hasil campuran udara, bahan bakar dan pelumas bisa tercampur lebih merata.
- Pembilasan (scavenging) yaitu proses pengeluaran gas hasil pembakaran dan proses pemasukan gas untuk pembakaran dalam ruang bakar.
Contoh Soal
Sebuah
motor bakar torak dengan silinder tunggal mempunyai panjang langkah torak 200
mm, dan panjang batang penghubung 350 mm ( yaitu jarak antara pusat pena torak
dan pusat pena engkol). Bila pada posisi seperti pada gambar batang penghubung
di kenai beban kompresi P sebesar 22,5 kN, hitung momen akibat gaya P terhadap
pusat poros engkol.
Pemecahan
masalah :
Langkah
torak ialah panjang litasan yang di ukur pada saat engkol pada posisi 0 dan 180
2r
= 200 mm,r =100 mm
L
= 350 mm
P
segaris dengan sumbu batang penghubung.
Beban
P segaris dengan garis CB dengan prinsip trasmibilitas gaya P digeser ke B dan diuraikan dalam arah x dan
y.
Px
= P cos 0 ,Py = P sin 0
AB
= r, CB = L , a= 90-30 =60
LihatABC;
Sin
0 =(rsin a)/L,0=arc sin ((r sin a)/L)
0=arc
sin ((100 sin 60)/350))=14 19’
Ma
=Px r sin0 +Py r cos 0
Px
= 22,5 cos 1419’=21,8 kN
Py
=22,5 sin 1419’ =5,6 kN
Ma
= 2168 kN .mm =2168N.m
Keseimbangan Partikel
Suatu
partikel disebut dalam keadaan seimbang, bila jumlah aljabar gaya-gaya yang
bekerja pada partikel tersebut nol.
Syarat
keseimbangan partikel adalah :
F
= 0 Jika partikel terletak pada bidang XY
maka syarat keseimbangan : FX = 0 dan FY = 0
Momen Gaya
Momen
gaya adalah perkalian silang antara gaya dengan lengan momen.
Lengan momen didefinisikan sebagai panjang garis yang ditarik dari titik poros sampai memoton tegak lurus garis kerja gaya. Momen gaya yang searah gerak jarum jam diberi tanda positif, sedangkan momen gaya yang berlawanan arah gerak jarum jam diberi tanda negatif.
Apabila pada sebuah benda bekerja beberapa buah gaya, maka resultan momen gayanya merupakan jumlah aljabar dari masing-masing momen gaya.
Lengan momen didefinisikan sebagai panjang garis yang ditarik dari titik poros sampai memoton tegak lurus garis kerja gaya. Momen gaya yang searah gerak jarum jam diberi tanda positif, sedangkan momen gaya yang berlawanan arah gerak jarum jam diberi tanda negatif.
Apabila pada sebuah benda bekerja beberapa buah gaya, maka resultan momen gayanya merupakan jumlah aljabar dari masing-masing momen gaya.
Kopel dan Momen Kopel
Kopel
adalah pasangan dua buah gaya yang sejajar, sama besar dan berlawanan arah.
Kopel yang bekerja pada suatu benda tidak menyebabkan benda itu bergerak
translasi, tetapi hanya menyebabkan benda berputar terhadap porosnya. Momen
kopel adalah perkalian silang antara gaya dengan jarak tegak lurus antara kedua
garis kerja gaya tersebut.
M
= F x l
Syarat keseimbangan statik benda tegar
Suatu
benda tegar berada dalam keseimbangan statik bila dipenuhi resultan gaya dan
resultan momen gaya terhadap satu titik sembarang
sama dengan nol dan benda dalam keadaan diam.
Titik Berat
Tiap
benda terdiri atas bagian-bagian kecil yang masing-masing memiliki berat.
Apabila seluruh bagian-bagian kecil tersebut dijumlah akan didapat sebuah gaya
berat. Titik tangkap gaya berat suatu benda disebut titik berat. Titik berat
tidak selalu bekerja di dalam benda, tetapi dapat pula bekerja di luar benda.
Macam-macam Keseimbangan
Jenis
keseimbangan statis dapat dibagi menjadi tiga yaitu :
Ø Keseimbangan stabil (Mantap)
adalah
keseimbangan yang dialami benda jika setelah gangguan kecil yang dialami benda
dihilangkan maka benda kembali ke posisi keseimbangannya semula. Keseimbangan
stabil dapat dipandang sebagai keseimbangan yang dimiliki benda jika gangguan
kecil yang dialaminya menaikkan titik beratnya atau energi potensialnya.
Ø Keseimbangan Indiferent (Netral)
adalah
keseimbangan yang dialami benda, jika gangguan kecil yang dialami benda tidak
mengubah posisi benda.
Keseimbangan
Indiferent dapat dipandang sebagai keseimbangan yang dimiliki benda, jika
gangguan kecil tidak mengubah letak titik beratnya.
Ø Keseimbangan labil ( Goyah )
adalah
keseimbangan yang dialami benda jika setelah gangguan kecil yang dialami benda
dihilangkan maka benda tidak kembali keposisi keseimbangannya semula melainkan
meningkatkan gangguan tersebut. Keseimbangan labil dapat dipandang sebagai
keseimbangan yang dimiliki benda jika gangguan kecil yang dialaminya menurunkan
titik beratnya atau energi potensialnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar